Tags : PLCMCS-51AlterachipPemrogramanTeknologiMikrokontroler8051ProgrammablerobotFPGAVHDLMikroprosesor
Home » Teknologi » Teknologi Radar yang Bekerja pada Buah-buahan yang Membeku

Teknologi Radar yang Bekerja pada Buah-buahan yang Membeku

jerukRadar merupakan sebuah teknologi yang mulanya dikembangkan untuk mendeteksi dan mengenali sebuah pesawat tempur, dengan mengadaptasi teknologi tersebut perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi Raytheon telah mengembangkan sebuah alat yang mengirimkan gelombang radar untuk mencegah tanaman membeku.

“Pada dasarnya radar ini tidak mendeteksi apapun,” kata Larry Farrier, seorang project manager yang membantu mengembangkan Tempwave Crop Warming System. “Tempwave mengirimkan energi ke tanaman, agar dapat diserap dan pembekuan dapat dicegah.”

Petani-petani tertentu memiliki banyak pilihan untuk melindungi tanamannya seperti apel, jeruk, dan buah lainnya. Kipas yang besar dapat mencampur udara hangat yang mengalir di antara tanaman. Sistim sprinkler dapat mengitari buah dengan sebuah lapisan pelindung terhadap es. Sebagai jalan terakhir, para petani dapat menyalakan api di tempat terbuka dan kemudian mengalirkan udara panas melewati tanaman yang membeku untuk mencegah pembekuan dan kerusakan sel tanaman secara individual.

Untuk menguji keefektifan Tempwave dalam menghangatkan tanaman, Raytheon bekerja dengan penanam jeruk dari Paramount Citrus dalam skala besar. Selama beberapa malam temperature pada tanaman jeruk turun hingga 28°F. Tim Raytheon kemudian menempatkan 1 antena Tempwave, dengan ketinggian sekitar 30 kaki dan berbentuk bohlam, di setiap sudut kebun dengan luas 4 acre dan membiarkan antenna tersebut bekerja sepanjang malam. Tanpa suatu sistim untuk menghangatkan buah, jeruk-jeruk tersebut akan mengalami pembekuan dan tidak dapat dijual.

Tiap antena menyiarkan secara spesifik gelombang radar dengan kekuatan rendah ke molekul-molekul air. Sedikit banyak seperti sebuah microwave, gelombang radar menyebabkan molekul-molekul air bergetar dan panasnya meningkat hingga cukup untuk menjaga mereka dari pembekuan. Gelombang radio yang digunakan memiliki energi yang rendah aman bagi manusia untuk bekerja di sekitar lahan. Menurut Farrier “Kami tidak mencoba untuk menjaga buah dalam suhu ruangan, kami hanya mencoba untuk memberi mereka energi yang cukup sehingga mereka tidak membeku”.

Pada pengujian di musim dingin, dalam sistim skala penuh, 1 antena dapat menyediakan energi panas yang cukup pada 1 acre. Farrier mengatakan saat sistim Tempwave memberikan energi yang cukup untuk mencegahya dari pembekuan, ini sangat aman bagi manusia untuk bisa berkeja di sekelilingnya. “Saya berada di ladang selama eksperimen dan udara sangat dingin di pagi hari,” kata Farrier. “Saya berharap tubuh saya akan menjadi hangat pula, tetapi ternyata tidak”.

Raytheon belum mengumumkan harga, meskipun Farrier mengatakan bahwa Tempwave akan bersaing dengan sistim proteksi tanaman lainnya, diperkirakan harganya akan berkisar antara $2,000-$3,000 per antena. Harga sangat penting, kata presiden Paramount Citrus David Krause, yang ikut terlibat pada uji coba tetapi belum memutuskan apakah ia akan membeli sistim tersebut.

“Teknologi memberikan kita sebuah cara untuk melindungi tanaman yang ramah lingkungan dan biaya yang efektif,” kata Krause. “Alternatif lainnya yaitu dengan menggunakan energi listrik untuk memompa air, pembakaran bahan bakar untuk menjalankan sebuah alat dengan kipas, atau hanya membakar bahan bakar untuk menaikkan temperatur, yang dapat merusak tanaman-tanaman dan sangat mahal”.

Tempwave memungkinkan untuk mengurangi biaya pengeluaran untuk bahan bakar pada tanaman lainnya, Tahun 2008 lalu, Raytheon mengembangkan sistim pemanas serupa menggunakan gelombang radio yang akan memanaskan minyak yang terkunci di dalam batu dimana sumber minyak diperoleh, sehingga membuatnya lebih mudah untuk diambil. Raytheon menjual sistim pemanas minyak ini ke Schumberger, sebuah perusahaan minyak.

Diantara aplikasi sipil lainnya, teknisi Raytheon juga menyelidiki apakah pemanasan gelombang radio dapat digunakan untuk menginkubasi embrio ayam dengan biaya yang tidak mahal, sebagai pengganti panas lampu tradisional.

“Kami mencoba melihat permasalahan di dunia dan melihat apakah kami dapat mengadaptasikan inti teknologi Raytheon untuk mengembangkan solusi-solusi yang akan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut,” kata Farrier

Sumber: www.msnbc.com

· kirim komentar

Comments are closed.