Tags : robot8051VHDLPemrogramanMikrokontrolerProgrammablechipFPGAAlteraPLCMCS-51MikroprosesorTeknologi
Home » Teknologi » Robot Belajar untuk Berbohong Satu Sama Lain

Robot Belajar untuk Berbohong Satu Sama Lain

Oleh , 5 September 2009.

robomadre

Pengembangan lebah pejantan pembunuh, membuat banyak orang khawatir dengan adanya robot pembunuh. Sekarang, jika hal tersebut bukanlah suatu hal yang buruk, kita harus mulai waspada dengan kebohongan dan kecurangan yang dilakukan oleh robot.

Dalam sebuah uji coba yang dilakukan di Laboratory of Intelligent Systems – Ecole Polytechnique Fédérale of Lausanne, Swiss, para robot dirancang untuk bekerja sama dalam mencari sumber daya yang bermanfaat dan menghindari sumber daya yang mengandung racun, diajarkan untuk berbohong satu sama lain dalam suatu usaha dalam menyembunyikan sumber daya tersebut.

Uji coba ini melibatkan 1000 robot yang dibagi ke dalam 10 kelompok yang berbeda. Setiap robot dilengkapi dengan sensor, sebuah sinar biru, dan 264-bit kode binary “genome” untuk masing-masing robot, yang memerintah bagaimana caranya untuk bereaksi terhadap rangsangan yang berbeda. Robot generasi pertama diprogram untuk menyalakan sinar saat mereka menemukan sumber daya yang bagus, yang membantu robot-robot lain dalam kelompok untuk menemukannya.

Para robot mendapat poin tinggi jika menemukan dan menaklukan sumber daya yang bagus, dan akan mendapat pengurangan poin jika terus berputar di sekitar sumber daya yang beracun. Poin genome tertinggi adalah 200 yang kemudian secara acak “dipasangkan” dan dimutasi untuk menghasilkan sebuah generasi baru dalam pemrograman. Dalam 9 generasi, para robot akan sangat mahir untuk menemukan sumber daya yang baik, dan berkomunikasi satu sama lain untuk mengarahkan robot-robot lain ke sumber daya baik yang lainnya.

Bagaimanapun, tetap ada sebuah batas pengambilan. Jumlah pengambilan sumber daya yang dibatasi menunjukkan bahwa tidak semua robot bisa mendapat keuntungan saat sumber daya tersebut ditemukan, dan kesesakan dapat dijauhkan dari robot yang pertama kali menemukannya.

Setelah 500 generasi, 60% robot dibentuk untuk menjaga sinar mereka tetap mati ketika mereka menemukan sumber daya yang bagus, mengambil semuanya hanya untuk mereka sendiri. Bahkan pada pemberitahuan selanjutnya, salah satu dari 3 robot dibentuk untuk mencari pembohong dengan mengembangkan perasaan curiga mereka pada sinar tersebut; merupakan kebalikan dari program asli mereka.

Sejauh ini, penelitian memiliki aplikasi lebih dalam menjelaskan evolusi dari perilaku mereka di alam daripada mengembangkan pemrograman baru bagi para robot.

Sumber: popsci.com

· kirim komentar

Komentar

Tambahkan komentar anda di bawah, atau trackback dari situs anda. Berlangganan komentar ini melalui RSS.

Silahkan berdiskusi yang padat dan berisi. Tetap pada topik. Dilarang spam.