Tags : AlteraProgrammableMikrokontrolerVHDLMCS-51chipTeknologi8051PemrogramanPLCMikroprosesorrobotFPGA
Home » PLC » Proses Scanning Program pada PLC

Proses Scanning Program pada PLC

Oleh , 1 September 2009.

scanningSebuah Programmable Logic Controller (PLC), berjalan secara kontinu berdasarkan pada program yang didownload (dimasukkan) ke dalam unit prosesnya. Terdapat beberapa tahap yang harus dilalui terlebih dahulu hingga akhirnya program menyampaikan perintah yang harus dilaksanakan. Entah gerbang menjadi aktif maupun non aktif, sesuai dengan logika permrograman yang diberikan pengguna.

Pada topik ini, akan kita bahas mengenai proses scanning (penyapuan) program pada sebuah PLC. Nah, apa saja proses yang harus dilalui sebuah program hingga akhirnya menghasilkan suatu pernyataan atau perintah dari perangkat masukan ke perangkat keluaran? bagaimana pula arah pergerakan proses tersebut? Anda akan menemukan jawabannya di sini.

Pada umumnya, proses scanning program pada PLC memiliki beberapa tahap tergantung dari program yang diberikan dan masing-masing vendor. Namun, hanya 3 (tiga) tahap saja yang utama. Adapun tahapan-tahapan dapat dijelaskan sebagai berikut:

Gambar proses scanning (peyapuan) program pada PLC
Gambar proses scanning (peyapuan) program pada PLC

1. Baca Status Input/ Masukan (READ)

Sebagai tahap pertama, PLC akan memeriksa status masing-masing keluaran. Bagaimana kondisi yang sedang terjadi pada saat itu (ON atau OFF). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan detail pada masing-masing masukan sebagai langkah identifikasi terhadap keadaan sebelum proses selanjutnya dilaksanakan. Hasil yang telah diperoleh selanjutnya disimpan ke dalam suatu memori yang bersangkutan. Adapun data-data tersebut akan dipergunakan pada tahap selanjutnya.

2. Jalankan Program (EXCECUTE)

Sebagai tindakan berikutnya, PLC akan melakukan eksekusi terhadap program yang telah dimasukkan oleh pengguna, instruksi demi instruksi dijalankan secara runtut dan teliti. Perintah-perintah awal pada program yang dimasukkan akan sangat mempengaruhi terhadap keadaan yang ada. Jika program diawali dengan memberikan logika 1 (ON) pada masukan pertama, keluaran pertama akan bernilai 1 (ON) pula. Hal tersebut dapat terjadi karena PLC sudah memperoleh data masukan yang mana saja yang ON dan OFF. Dari tahap pertama dapat ditentukan bagaimana kondisi keluaran pertama, harus di-ON-kan atau tidak (berdasarkan status masukan pertama). Tahap ini diakhiri dengan menyimpan hasil eksekusi untuk digunakan kemudian.

3. Pebaharui Status Output

Sebagai tahap utama yang terakhir, tindakan yang akan dilakukan PLC yaitu memperbaharui atau mengupdate status keluaran. Pembaharuan status keluaran ini dipengaruhi oleh masukan yang aktif (ON) selama tahap 1 dan hasil dari eksekusi program di tahap 2. Jika masukan pertama statusnya ON, dari langkah 2, program akan menghasilkan keluaran pertama ON, sehingga pada tahap 3 ini keluaran pertama akan diperbaharui menjadi ON.

    Setelah tahap 3 selesai, PLC akan kembali lagi melaksanakan proses scanning program dari tahap 1, demikian seterusnya. Waktu scan didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk melaksanakan 3 tahap utama tersebut. Pada setiap tahapnya, bisa memiliki waktu tanggap yang berbeda-beda. Waktu tanggap total (total response time) adalah jumlah semua waktu tanggap masing-masing langkah. Sehingga dapat dikatakan bahwa waktu tanggap total merupakan jumlah masukan ditambah waktu eksekusi program ditambah waktu tanggap keluaran akan sama dengan waktu tanggap total. Logikanya, semakin banyak variabel input maupun output yang ada dan banyaknya tingkat ekseskusi program mempengaruhi sekali terhadap waktu scan dan waktu tanggap yang semakin besar.

    · kirim komentar

    Komentar

    Tambahkan komentar anda di bawah, atau trackback dari situs anda. Berlangganan komentar ini melalui RSS.

    Silahkan berdiskusi yang padat dan berisi. Tetap pada topik. Dilarang spam.