Tags : MikroprosesorrobotVHDLFPGATeknologiPemrograman8051PLCchipMCS-51MikrokontrolerAlteraProgrammable
Home » Pemrograman » Pendekatan Modular dalam Pemrograman Terstruktur

Pendekatan Modular dalam Pemrograman Terstruktur

programmer1Istilah Pemrograman Terstruktur (Structured Programming) mengacu dari suatu kumpulan tehnik yang dikemukan oleh Edsger Dijkstra. Dengan tehnik ini akan meningkatkan produktifitas programmer, dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam penulisan (write), pengujian (test), penelusuran kesalahan (debug) dan pemeliharan (maintain) suatu program.

Salah satu pendekatan yang biasa digunakan dalam pemrograman terstruktur adalah pendekatan yang dilakukan secara modular, dengan pendekatan ini suatu program akan dipilah kedalam sejumlah modul, masing-masing modul akan mempunyai fungsi khusus sesuai dengan ruang lingkup yang akan dikerjakan. Dengan adanya pemilahan tersebut, maka kesalahan akan dapat diminimalisir. Selanjutnya masing-masing modul tersebut akan dipanggil dari program utama agar menjadi sebuah program yang utuh.

Pemrograman secara modular ini dapat diimplementasikan dengan penggunaan subroutine, suatu kelompok instruksi yang menjalankan suatu pengolahan yang sifatnya terbatas seperti pencetakan, pembacaan, untuk proses input atau untuk proses penghitungan.

proses_subroutine1

Subroutine dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

1.  Internal Subroutine, adalah subroutine yang dibuat hanya untuk digunakan oleh program tersebut. Sehingga untuk sejumlah proses yang sama dalam program tersebut akan dilakukan oleh subroutine tersebut. Program akan memanggil subroutines tersebut jika diperlukan dan apabila telah selesai, kontrol selanjutnya dikembalikan ke instruksi berikutnya. Instruksi yang mengendalikan kontrol transfer ke suatu subroutine umumnya dikenal sebagai call dan return.

2.  External Subroutines, adalah subroutine yang diletakkan secara terpisah dari program yang menggunakan subroutine tersebut. Subroutine seperti ini dideklarasikan agar dapat dipakai oleh program yang lain. Untuk menggunakannya harus diketahui dimana ? , apa namanya ?, bagaimana pengiriman datanya ?, serta bagaimana hasil yang akan diperoleh ?. Subroutine ini biasanya digunakan untuk pemrosesan yang kompleks dan dibutuhkan oleh banyak user.

Tehnik Pemrograman

Agar program yang dibuat dalam program utama maupun subroutine dapat lebih mudah dimengerti, maka dalam pemrograman terstruktur diperkenalkan tiga bentuk tehnik pemrograman, yaitu:

1. Sequence Structure
Dalam sequence structure, instruksi dieksekusi berdasarkan urutannya. Dimulai dari bagian atas dan diakhiri di bagian bawahnya.  Bujur sangkar dapat menggambarkan operasi :
– Input dan Output
– Operasi aritmatika
– Operasi pemindahan data dalam memori komputer
Dalam sequence structure tidak diperkenankan penggunaan kotak keputusan.

sequence_structure

2. Loop Structure
Loop (iteration) structure menggambarkan perulangan dari satu atau lebih instruksi.

loop_structure

3. Selection Structure
Dalam struktur ini terdapat sejumlah perintah yang dikerjakan tergantung dari kondisi yang dipenuhinya. Seperti juga dengan sequence dan dan loop structure, terdapat single entry point dan single exit point.

selection_structure

· kirim komentar

Comments are closed.