Tags : VHDLAlteraFPGAMikroprosesorchipTeknologiMCS-51MikrokontrolerPemrogramanrobotProgrammable8051PLC
Home » Teknologi » Robot Ubur-Ubur yang Bisa Berenang

Robot Ubur-Ubur yang Bisa Berenang

Oleh , 9 Juli 2009.

jellyfish

“Ubur-ubur merupakan satu dari banyak hewan laut yang menakjubkan, yang dapat melakukan sebuah tarian spektakuler di dalam air,” penjelasan dari Ir. Sung-Weon Yeom dan II-Kwon Oh dari Chonnam National University di Korea. Belakangan ini, Yeom dan Oh membuat sebuah robot ubur-ubur yang menirukan bentuk lengkung dan perilaku dan pergerakan unik dari ubur-ubur hidup.

Seperti yang dijelaskan oleh para peneliti, perbaikan dari electro-active polymer (EAP) memungkinkannya untuk mencapai perilaku biomemetik saat ubur-ubur berenang untuk diaplikasikan pada robot ini/ Salah satu tipe spesifik dari EAP, ionic polymer metal composites (IMPC), dapat digunakan untuk membuat lebih nyata perilaku yang seharusnya seperti kerja otot, menunjukkan adanya lekukan di bawah tekanan rendah. Material otot memiliki beberapa keuntungan bagi biomemetik robot, seperti keserasian, efisiensi energi yang tinggi, pengendalian terkontrol, dan pergerakan yang lebih tenang. Dalam studi ini, para peneliti menggunakan material ini, secara permanent membentuknya untuk menirukan kepala ubur-ubur hidup (bagian atas dari ubur-ubur yang berbentuk setengah bola).

“Ini merupakan robot ubur-ubur pertama yang dibuat berdasarkan pada electro-active polymer otot tiruan,” Oh memberitahukan. “Mereka dapat digunakan sebagai robot penghibur, mikro/nano-robot, dan robot biomedis dalam waktu dekat ini.”

Ubur-ubur hidup, penulis menambahkan, memiliki berbagai macam ukuran mulai dari yang berdiameter beberapa inchi hingga ukuran 7 kaki. Tapi semua ubur-ubur memiliki kesamaan dalam mekanisme dalam berenang. Dengan mengkontraksikan kepalanya, hewan ini mengurangi ruang kosong yang berada di bawahnya, mendorong air keluar melalui sebuah bukaan terbawah dekat mulut dan tentakelnya. Gerakan ini memungkinkan ubur-ubur untuk mengendalikan dirinya bergerak secara vertical. Kemampuan ini sangat penting, sejak ubur-ubur merupakan hewan yang sensitive terhadap cahaya dan lebih memilih laut yang lebih dalam saat hari masih terang. Meskipun ubur hidup-hidup dapat bergerak secara vertikal, mereka secara pasif juga bergantung pada samudera, gelombang, dan angin untuk gerakan horizontalnya.

Penelitian sebelumnya mengenai gerakan ubur-ubur hidup menemukan bahwa jika otot hewan ini mendorong bagian kepalanya untuk berkontraksi pada frekuensi yang cukup besar, maka lebih sedikit energi yang digunakan untuk bergerak. Dalam studi mereka, para peneliti menirukan rangsangan alami dan memperbaiki banyak proses dari ubur-ubur hidup. Mereka menemukan bahwa pernafasan periodic memberikan sinyal yang memungkinkan robot ubur-ubur untuk mendapat daya apung yang besar untuk bergerak ke atas dengan cepat; sebagai perbandingan, sinyal sinusoidal harmonis tidak mendorong robot untuk bergerak ke atas. Secara keseluruhan, studi mereka menunjukkan bahwa bentuk lengkung dari IPMC dapat digunakan untuk membuat sebuah robot ubur-ubur yang dapat menirukan cara gerak ubur-ubur hidup dengan sempurna. Oh menambahkan, di masa depan, ia berencana untuk mengembangkan biomemetik  robot ubur-ubur tiruan yang diintegrasikan dengan self-powered actuator dan sensor-sensor, seperti sistim pengendalian otomatis.

Sumber: physOrg.com

· kirim komentar

Komentar

Tambahkan komentar anda di bawah, atau trackback dari situs anda. Berlangganan komentar ini melalui RSS.

Silahkan berdiskusi yang padat dan berisi. Tetap pada topik. Dilarang spam.