Tags : MCS-518051ProgrammableAlteraPemrogramanVHDLMikrokontrolerMikroprosesorrobotPLCchipFPGATeknologi
Home » Teknologi » Melawan Autisme dengan Robot

Melawan Autisme dengan Robot

Oleh , 10 Mei 2009.

Dua tahun lalu, sebuah robot berbentuk spongiform kuning bernama Keepon menjadi sensasi kecil di YouTube ketika salah satu penciptanya memrogramnya untuk melakukan tari squishy, twisty dalam lagu the Spoon “I Turn My Camera On.” Video ini telah mengumpulkan lebih dari 2 juta hits. Sekarang pengurus Keepon, Marek Michalowski, Ph.D seorang mahasiswa bidang robotik di Carnegie Mellon University, dan Hideki Kozima dari Universitas Miyagi di Jepang, akan mengalihkan perhatian Keepon menjadi tugas yang lebih serius: untuk mempelajari bagaimana anak-anak dengan sindrom autis (autism spectrum disorders /ASD) berinteraksi sosial dan untuk melihat apakah robot ini dapat membantu dalam terapi.

 keeponKeepon hanyalah satu dari sekian banyak robot baru yang peneliti gunakan untuk belajar dan untuk membantu anak-anak dengan ASD. Robot-robot ini melakukan segala macam hal mulai dari mempelajari interaksi sosial anak-anak dan kondisi emosional mereka untuk menarik mereka keluar secar sosial.

 Anak-anak dengan ASD seringkali bermasalah dengan ”gerakan” bahasa tubuh dan ekspresi wajah mereka dalam melalukan percakapan. Membaca maksud dari orang lain dan mengenal emosi mereka sendiri dapat menjadi sebuah perjuangan dan anak-anak ini menjadi sering diabaikan secara emosional dan sosial.

Satu dari setiap 150 bayi yang lahir di US diperkirakan akan mengalami ASD. Perawatan ASD mengkombinasikan berbagai macam terapi – mulai dari hal yang berhubungan dengan tingkah laku, pendidikan, fisik, pekerjaan, dan cara bicara – hal ini memerlukan biaya dan tidak selalu efektif. Setelah mengetahui bahwa anak dengan ASD lebih dapat berinteraksi dengan robot daripada manusia, para peneliti mulai mengembangkan robot yang lebih ekspresif dan interaktif yang dapat membantu mereka untuk mempelajari dan menciptakan terapi yang lebih efektif bagi anak-anak.

 Keepon perlahan melakukan goyang boogie dan hal ini sederhana, penampilan yang aman (tinggi 5 inchi, elastis, menyerupai 2 bola tennis yang ditumpuk) membuatnya sangat sempurna untuk berinteraksi sosial dengan anak-anak. Tidak berlengan dan berkaki, hanya memiliki 2 mata dan 1 hidung, Keepon mengekspresikan dirinya dengan 4 gerakan: mengangguk, berputar, bergoyang, dan bobbing.

 Bagaimanapun, Keepon memiliki kamera di balik matanya, serta mikrofon yang tersembunyi di dalam hidungnya. Peneliti Michalowski dan Kozima telah mempelajari anak-anak pra sekolah penderita ASD di Jepang dan mereka menemukan hal menarik saat robot menarik anak-anak untuk menjangkau lingkungan sosial yang baru.

 Sumber: www.popsci.com

· kirim komentar

Komentar

Tambahkan komentar anda di bawah, atau trackback dari situs anda. Berlangganan komentar ini melalui RSS.

Silahkan berdiskusi yang padat dan berisi. Tetap pada topik. Dilarang spam.