Tags : MikroprosesorFPGATeknologi8051VHDLchipAlteraMikrokontrolerMCS-51PemrogramanPLCProgrammablerobot
Home » Mikrokontroler » Deskripsi Pin Mikrokontroler 8051

Deskripsi Pin Mikrokontroler 8051

Oleh , 5 Juni 2009.

8051pin

Kita dapat dengan mudah melihat pin-pin 8051 terhubung pada keempat port P0, P1, P2, dan P3. Untuk pin port P0 dan P3 memiliki fungsi-fungsi tambahan. Selain itu terdapat pin-pin untuk power supply Vcc (Pin 40) dan ground (Pin 20). Pin-pin 18 dan 19 diperuntukkan untuk koneksi ke kristal. Bagian pin yang terakhir secara berturut-berturut adalah, PSEN (Pin 29), ALE (Pin 30), EA (Pin 31) yang merupakan Program Store Enable, Address Latch Enable, dan External Access. Berikut adalah pembahasan singkat tentang pin-pin ini.

XTAL2(Pin 18)
Keluaran dari penguatan membalik yang membentuk satu bagian dari osilator dan masukan ke generator clock internal, harus dihubungkan ke XTAL2.

XTAL1
XTAL1 adalah masukan ke penguatan membalik yang membentuk bagian dari sirkuit osilator. Berkaitan dengan clock external, pin ini harus dihubungkan ke ground.

Vcc (Pin 40)
Pin Vcc terhubung ke power supply +5V. Arus power supply yang diperkirakan untuk 8031/8051 adalah 125mA. Sedangkan untuk 8751 arus maksimalnya adalah 250 mA. Untuk 8031/8051 rata-rata efisiensinya adalah 1 W.

Vss (Pin 20)
Vss merupakan ground. Semua voltase dispesifikasikan berhubungan dengan pin ini. Sebagai contoh, voltase di pin manapun yang berkenaan dengan Vss seharusnya berada dalam jangkauan -0.5V hingga +7V.

Port 0 (pin-pin 32-39)
Port 0 adalah saluran I/O 8-bit. Alamat orde rendah dan bus data juga dimultipleksiikan dengan Port 0. Port  ini jenisnya merupakan cerat terbuka masukan dua arah (open drain bi-directional I/O port) dan harus menggunakan resistor pull-up selama verifikasi.

Port 1 (Pin-pin 1-8)
Port 1 adalah L/O 8-bit dengan masing-masing P1.0 sampai P1.7 yang bersifat dua arah. Port 1 sudah terpasang resistor pullup secara internal. Jika logika satu dituliskan pada Port 1 maka keluaran akan berlogika satu dan dapat digunakan sebagai masukan.

Port 2 (Pin-pin 21-28)
Port 2 juga merupakan port I/O 8-bit dua arah. Pin-pin Port 2 sudah terpasang resitor pullup secara internal. Port 2 dimultiplekskan dengan alamat bus yang memiliki orde lebih tinggi.

Port 3 (Pin-pin 10-17)
Port 3 juga merupakan port I/O 8-bit bersifat dua arah. Pin-pin Port 3 sudah terpasang resistor pullup secara internal. Ada fungsi-fungsi lain yang dimultipleksikan dengan pin-pin Port 3. Fungsi-fungsi alternative dapat dilihat  pada tabel dibawah. Fungsi-fungsi tambahan pin-pin Port 3 ini berhubungan dengan interupsi-interupsi eksternal, serial port, timer/counter dan sinyal-sinyal baca/tulis.

fungsialternatif

Pin 9 (RST)
Untuk me-reset perangkat, pin RST dari 8051 dibuat logika tinggi untuk dua siklus mesin. Sebuah resistor pull-down 8.2K dari pin RST ke Vss dan sebuah kapasitor 10µF dari pin RST ke Vcc membentuk sirkuit reset-nya. Nilai-nilai komponen ini cukup untuk memungkinkan terjadinya penundaan (delay), demikian dengan tujuan untuk membuat barisan RST berlogika tinggi selama 24 periode osilator. Untuk mendukung fungsi reset manual, jika diinginkan, sebuat pemicu dapat ditambahkan di seberang kapasitor 10µF.

ALE (Pin 30)
Keluaran Address Latch Enable (ALE) digunakan untuk mengunci byte alamat rendah selama akses memori external. ALE diaktifkan secara periodik dengan kisaran konstan dari 1/6 frekuensi osilator. Namun, selama akses memori data eksternal, satu pulsa ALE dilewatkan.

PSEN (Pin 29)
Program Store Enable (PSEN) adalah sinyal kontrol keluaran, diaktifkan setiap enam periode osilator ketika mengambil memori program eksternal, pin ini adalah strobe pembaca bagi memori program eksternal, dan selama eksekusi program internal, PSEN akan tetap berada dalam posisi logika tinggi.

EA (Pin 31)
Pin akses eksternal (Eksternal Akses), ketika ditahan dalam posisi logika tinggi, mengeksekusi perintah dari memori program internal sampai pada alamat 0FFFH; setelah alamat ini, instruksi-instruksi diambil dari memori program eksternal. Jika pin berada dalam posisi logika rendah, semua perintah diambil dari memori eksternal, dan selama operasi normal, pin ini tidak boleh berada dalam posisi mengambang.

· kirim komentar

Komentar

Tambahkan komentar anda di bawah, atau trackback dari situs anda. Berlangganan komentar ini melalui RSS.

Silahkan berdiskusi yang padat dan berisi. Tetap pada topik. Dilarang spam.