Tags : PLCFPGA8051MCS-51chipTeknologirobotPemrogramanMikroprosesorVHDLAlteraProgrammableMikrokontroler
Home » Teknologi » Adakah Cara Ilmiah untuk Mengukur Seberapa Busuknya Bau Kentut?

Adakah Cara Ilmiah untuk Mengukur Seberapa Busuknya Bau Kentut?

Oleh , 8 September 2009.

fart

Berhati-hatilah anda yang sering kentut di sembarang tempat, karena belum lama ini telah diciptakan sebuah alat untuk mengukur bau busuk kentut anda. Tertarik untuk mencoba?? ;D

Alat ini diciptakan oleh 2 orang mahasiswa Cornell University Computer-Engineering, Robert Clain dan Miguel Salas. Setelah belajar mengenai kerja sistim alat pernapasan, mereka merakit sebuah detektor kentut dari sebuah monitor sensitif hidrogen sulfida, termometer, dan sebuah mikrofon dan sebuah software yang akan menilai gas buangan tersebut. Sebuah “kejanggalan kecil di udara” yang dekat dengan detektor akan memulai untuk mengukur dilihat dari 3 faktor kualitas kentut: bau, suhu, dan suara. Semakin panas kentut, semakin cepat penyebarannya. “Alat ini akan berkedip dengan cepat jika mencapai tingkat tertinggi, dan suaranya akan dinilai berdasarkan skala 0 sampai dengan 9,” katanya. “Jika nilainya 9, maka sebuah kipas akan langsung meniupnya jauh-jauh. Alat ini bahkan dapat merekam suara berisik kentut sehingga anda dapat mendengarnya lagi nanti.” Setelah beberapa bulan melakukan konstruksi, mereka memulai uji coba di lapangan. “Sampel data bukan dari seluruh siswa di sekolah, tapi kami sendiri telah mencobanya,” kata Salas.

Alat ini bahkan dapat digunakan di luar penggunaannya di kos-kosan anak laki-laki, kata Clain, seperti sebuah biosensor bagi hidrogen sulfida berbahaya – yang memproduksi bakteri di rumah sakit. Ataupun dokter gigi dapat menggunakannya untuk mengukur bau mulut. Alat ini juga menarik minat dari beberapa dokter yang memiliki pasien berkaki empat. “Anda dapat menguji tingkat kesehatan ternak anda melalui kualitas dari kentutnya,” Salas berkata. “Bau dan suara dapat memberitahu anda banyak hal tentang pergerakan yang terjadi di dalam sistim pencernaan.”

Saat tiba waktunya untuk mempresentasikan penemuannya di dalam kelas, Clain dan Salas harus menguji alat detektor mereka dengan membuat suara dengan menghancurkan raspberry dan menghirup udara di atasnya – ekspirasi manusia mengandung banyak hidrogen sulfida untuk memacu sensornya dapat bekerja. “Sangat sulit untuk kentut dengan bau yang cukup busuk di bawah perintah,” Clain menyesali. “Namun, ini akan menyediakan atmosfer yang lebih baik bagi mereka yang ada di sekitar kita.” Profesor mereka melihatnya dan memberikan penghargaan bagi proyek ini dengan nilai A.

Sumber: popsci.com

· kirim komentar

Komentar

Tambahkan komentar anda di bawah, atau trackback dari situs anda. Berlangganan komentar ini melalui RSS.

Silahkan berdiskusi yang padat dan berisi. Tetap pada topik. Dilarang spam.